Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thankful Days Project – Day 48 : Mendekatkan yang Jauh dan Menjauhkan yang Dekat

Seorang teman yang tinggal di luar negri menceritakan kepada saya, dengan kondisinya yang jauh di negeri orang itu, betapa ia terbantu dengan adanya Facebook dan Messanger (YM,BBM,Skype dan lain-lain) untuk tetap berhubungan dengan kerabat-kerabat yang ada di tanah air. Dan saya  amat sangat setuju dengannya tentunya.

Tapi kemudian dia bercerita lagi, bahwa  sebenarnya kalau dipikir-pikir lucu juga. Kadang gua liat orang-orang di cafe yang lagi makan bareng temen-temennya, mereka bukannya saling ngobrol, tapi malah sibuk dengan gadget nya masing-masing, ada yang fesbukan, ada yang bbman. Jadi sebenarnya kalau gua pikir, facebook  dan semacamnya itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Setuju lagi deh.

Pernah malah, di Facebook, dua tetangga saya sewaktu di Bandung sibuk ngobrol tukar-tukar cerita. Yang ada saya gatel ikutan komen, “Woy..kayaknya rumah cuma dempet-dempetan tembok deh, napa lewat fb ngobrolnya.  Dah ke sebelah aja sana”. Dijawab cuma dengan kikik kikik, aneh ya…

Coba ya kalau ingat jaman sepuluh tahun yang lalu, sewaktu handphone pun masih dipakai oleh kalangan terbatas saja. Apalagi sebagai anak kos, mau pakai telpon aja antri. Dan bisa ribut gara-gara ada yang dengan teganya berlama-lama make telpon.  Lucu. Tapi dengan pemakaian telpon yang seperlunya, komunikasi langsung justru jadi lebih terpelihara. Dan ini kadang jauh lebih bermakna.

Sekarang pun, kalau sedang ada masalah dengan client misalnya, daripada bales-balesan pake email atau bicara lewat telpon, sebisa mungkin kita bertemu dengan orang yang bersangkutan. Karena kadang, ekspresi dan bahasa tubuh lebih bisa menyampaikan makna daripada sekedar kata-kata.

Tahu kenapa sekarang muncul emoticon ? Itu untuk menggantikan bahasa tubuh dan ekspresi tadi, yang tidak bisa dibaca dengan bahasa tulisan. Munculnya emoticon ini amat sangant membantu dalam menghindari kesalahpahaman. Kalau kita bermaksud bercanda, tinggal kasih ekspresi nyengir aja. Kalau tanpa si muka nyengir ini, saat kita bermaksud bercanda jangan-jangan di sana malah sakit hati, gawat kan. Giliran kita serius, eh dikira becanda, jadi harus dikasih si tampang mikir.

Buat saya sih keberadaan media-media komunikasi ini memang penting. Tapi kadang yah, terkenang juga dengan romansa masa lalu saat tukang pos begitu dinanti-nanti kedatangannya. Atau saat pulang sekolah meloncat-loncat kegirangan karena ada surat yang ditunggu-tunggu di dalam kotak pos. Lebih sabar dan lebih berkesan. Kalau sekarang lain, sms gak dibales aja bisa langsung bikin bete.  Gak online disangka pundung. Aneh gak sih ?

July 20, 2010 Posted by | Observation, Technology | , | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.