365 Thankful Days Project – Day 178 : Segitiga Emosi
Saya membaca sebuat tulisan yang kira-kira menyebutkan suatu hal yang namanya segitiga emosi. Emosi, sama seperti api, memiliki tiga unsur sebelum tercetus.
Pada api, unsur pencetusnya disebut : Segitiga Api. Panas, oksigen dan bahan bakar. Jika salah satu unsur tidak hadir, maka api tidak akan timbul. Ada oksigen dan bahan bakar tak ada panas, api tak jadi. Ada panas dan oksigen tak ada bahan bakar, api tak jadi. Ada panas dan bahan bakar tak ada oksigen, api pun tak jadi.
Pada emosi, unsur itu juga ada tiga : Tantangan atau pengalaman, keyakinan dan ungkapan kekecewaan
Tantangan atau pengalaman saya anggap sama seperti bahan bakar, keyakinan seperti oksigen yang tidak terlihat tetapi ada, sedangkan ungkapan kekecewaan sama seperti panas. Jika semuanya terkombinasi dengan perbandingan yang cukup, meletuplah emosi.
Contoh simpel.. seorang istri yang marah-marah pada suaminya karena suaminya melemparkan handuk basah ke tempat tidur padahal suaminya tahu kalau istrinya tidak suka.
Tantangan/pengalaman : Suami yang melemparkan handuk basah ke atas tempat tidur
Keyakinan : Istri meyakini bahwa dirinya dan pendapatnya tidak dihargai
Ungkapan kekecewaan : Istri marah, suami kesal.
Kalau sang suami hanya berfokus pada kejadian/tantangan maka ia hanya akan meyimpulkan : Istri saya cerewet karena marah cuma gara-gara handuk.
Tapi kalau ia mau menggali lebih dalam pada “keyakinan” : istri saya sebenarnya kecewa karena merasa dirinya tidak dihargai …
See ? Saat emosi timbul kita biasanya hanya berfokus pada dua unsur. Suami marah karena istri telat pulang. Istri marah karena suami pemalas.
Telat pulang – marah . Keyakinan yang diabaikan : kekhawatiran.
Pemalas – marah. Keyakinan yang diabaikan : keinginan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama.
Intinya… kalau kita marah atau sedang menghadapi kemarahan, periksalah segitiga emosinya. Keyakinan apa yang kita abaikan ? Tantangan / kejadian hanyalah bahan bakar yang mencetuskan panas emosi. Ada sesuatu hal lain yang mengambang seperti oksigen yang tak kasat mata di baliknya…
Lalu kenapa saya baru menyadarinya ya ?
