Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thakful Days Project – Day 227 : What’s Your E-Colors

Beberapa hari yang lalu, suami meminta saya mengikuti test di : http://www.equilibria.com/ecolors.html untuk mengetahui kecenderungan kepribadian saya.  Dia sudah mengikuti test itu sebelumnya.

E-colors membagi manusia ke dalam 4 kategori kepribadian. Karena setiap manusia memiliki cara komunikasi dan sifat yang berbeda , maka wajar jika kita tidak berpikir dan bertindak dengan cara yang sama. Cara kita berpikir dan bertindak seringkali dipengaruhi oleh tipe kepribadian kita.

Dan sebenarnya, kita memiliki ke empat kategori kepribadian tersebut dalam diri kita. Hanya saja masing-masing orang memiliki kombinasi E-colors yang dominan. Dan sebenarnya tidak ada satu jenis kombinasi yang dianggap lebih baik dari pada yang lainnya. Disebutkan bahwa kebanyakan orang memiliki E-color primer yang dominan dan sekunder yang tidak begitu dominan. Kombinasi E-colors inilah yang mempengaruhi cara berkomunikasi dan sikap seseorang.

Human Brain
Left Hemisphere
Does and Thinks
Right Hemisphere
Socializes and Relates
Sequential Analysis, Logic, Language,
Mathematics, Rationale, Logic Based.
Visual, Spatial Skills, Emotional, Holistic Functioning “seeing the bigger picture”.
Looks at Parts, Objective,
Independent, Non – Emotional.
Auditory and Visual Memory, Random, Intuitive, Subjective, Interdependent

Dan hasilnya untuk saya berdua dengan suami adalah : Suami saya dominan hijau dan predominan merah. Sedangkan saya dominan biru dan predominan kuning. Meskipun warna-warna lain tetap ada dalam kepribadian kami masing-masing, hanya saja tidak dominan dan menentukan karakter.

Hmmm…. thinking about this shocking but predicted result.. I’m so different with my hubby. In so many ways.. Tidak heran jika kami seringkali seperti dua orang yang berselisih jalan, meskipun punya tujuan akhir yang sama. Dan kadang-kadang perselisihan itu menimbulkan perasaan-perasaan yang membuat kami sama-sama terluka dan merasa tidak dimengerti. What a silly thing

Kalau diperhatikan, suami saya dominan otak kirinya. Sedangkan saya dominan otak kanannya. Kalau mau langsung dilihat ketidakcocokannya, gampang sekali ! Tapi kalau melihat, bahwa semua manusia memang memiliki dua belahan otak, dan membutuhkan kedua belahan tersebut untuk hidup, maka saya justru seharusnya amat sangat berbahagia dengan kondisi kami. Saya dan suami diciptakan seperti dua belahan otak yang berbeda. Yang jika bekerja sama dan harmonis, justru akan mengantarkan kami ke tujuan akhir kami yang sebenarnya. Seperti kaki dan tangan yang bergerak secara bergantian untuk melaksanakan tugas masing-masing, begitulah saya dan suami seharusnya. Apa jadinya coba jika otak kanan dan otak kiri ribut terus ? Bisa-bisa kaki tangan dan semua anggota tubuh tidak bergerak kemana-mana !

Abu honey …. be my left brain forever yah.. cause I’ll be crippled without you …

February 18, 2012 Posted by | Learning, Life, love | , , | 2 Comments

365 Thankful Days Project – Day 217 : Unending Love

I just have found this beatiful poem from Paulo Coelho”s Blog.

A poem that describes the kind of love that I really wish to have forever, the unending one …

 

Unending Love

I seem to have loved you in numberless forms, numberless times…
In life after life, in age after age, forever.
My spellbound heart has made and remade the necklace of songs,
That you take as a gift, wear round your neck in your many forms,
In life after life, in age after age, forever.

Whenever I hear old chronicles of love, it’s age old pain,
It’s ancient tale of being apart or together.
As I stare on and on into the past, in the end you emerge,
Clad in the light of a pole-star, piercing the darkness of time.
You become an image of what is remembered forever.

You and I have floated here on the stream that brings from the fount.
At the heart of time, love of one for another.
We have played along side millions of lovers,
Shared in the same shy sweetness of meeting,
the distressful tears of farewell,
Old love but in shapes that renew and renew forever.

Today it is heaped at your feet, it has found its end in you
The love of all man’s days both past and forever:
Universal joy, universal sorrow, universal life.
The memories of all loves merging with this one love of ours -
And the songs of every poet past and forever.

~Rabindranath Tagore

Translated by William Radice

October 6, 2011 Posted by | love | | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 207 : Buat Ummi dan Anak-Anak

Kemarin saya bertanya pada suami, apa yang sedang ada di pikirannya, karena kadang-kadang saya perhatikan dia suka terdiam sendiri seperti sedang memikirkan sesuatu.

Ya banyaklah,katanya. Mikirin ayam, mikirin kebun,mikirin mau pindah kerja ke tempat yang penghasilannya lebih baik,mikirin mau usaha apa …

Duh…banyaknya yang dipikirin.

Katanya, mau pindah ke tempat kerja lain yang lebih baik penawarannya. Tapi masih mau coba lihat dulu,apa di tempat yang sekarang dia bisa mendapatkan kenaikan.

“Buat Ummi sama anak-anak, biar Ummi ga pusing mikirin pengeluaran tiap bulan…”

Saya cuma diam, tapi rasanya jiwa saya menjadi begitu hangat mendengarnya. I feel so grateful to have him as our backbone. No doubt that he will do anything to keep us safe and secure.

May 20, 2011 Posted by | family, love | , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 198 : Marry Me

11 April 2011, tepat hari ini saya dan suami mengenang kembali pernikahan kami 12 tahun yang lalu. Well… a lot of things have happened a long the way, good times and bad times. Tapi saat ini saya sama sekali tidak merasakan kepahitan dari kenangan-kenangan pahit yang kami alami. Rasanya seperti mau tersenyum saja..

Happy anniversary ya Abu .. I love you even more now ..

I’m sending  you this song by Train : Marry Me,   marry me today and every day ..

 

Forever can never be long enough for me
Feel like I’ve had long enough with you
Forget the world now, we won’t let them see
But there’s one thing left to do

Now that the weight has lifted
Love has surely shifted my way

Marry me today and every day
Marry me if I ever get the nerve to say hello in this cafe
Say you will, say you will

Together can never be close enough for me
Feel like I am close enough to you
You wear white and I’ll wear out the words I love you
And you’re beautiful

Now that the wait is over
And love and has finally shown her my way

Marry me today and every day
Marry me if I ever get the nerve to say hello in this cafe
Say you will, say you will

Promise me you’ll always be happy by my side
I promise to sing to you when all the music dies

And marry me today and everyday
Marry me if I ever get the nerve to say hello in this cafe
Say you will, say you will marry me

April 11, 2011 Posted by | love | | 2 Comments

365 Thankful Days Project – Day 187 : When Perfection Becomes Possible

Selama saya mengerjakan project ini, satu hal yang cukup sering saya bahas adalah pernikahan, marriage. Organisasi rumah tangga, kalau mengambil kata nabi.

Yang bosen sama topik pernikahan, ga papa. Saya masih belom bosen-bosen, gimana mau boseen, wong harus dijalani sampai maut memisahkan. Jadi kalau bosen pun harus siap-siap cari segala alasan supaya semangat lagi.

When two imperfections are combined, perfection becomes possible.

Kalimat yang indah…siapa coba di dunia ini yang punya pasangan sempurna ? Lucunya, di awal pernikahan kita berjanji untuk menerima segala kekurangan. Satu tahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun … semua kekurangan itu semakin berkerak-kerak. Ada yang mengabaikan tapi memendam, ada yang berusaha mengubah tapi terluka, ada yang diam tapi mencari yang kurang di luar.

Yang saya lakukan ? Keep walking. Saya pernah bilang kalau saya dan suami seperti dua belahan otak yang berbeda. Semuanya berbeda, tapi karena itulah keluarga kami bisa berjalan. Kalau saya sendiri yang cuma sebelah bagian otak, tidak sempurna. Suami saya sendiri pun yang cuma sebelah bagian, cacat. But when we are combined, we can walk.

Susah ? Iya .. yang bilang gampang siapaaa ? Tapi kalau perlu diseret ya diseret, kalau cuma bisa ngesot ya ngesot, pokoknya harus keep walking sampai tujuan.

Iihh Ummi maksa .. kali abu mau protes gitu hihihi.

Perfection will be reached once we’ve completed our journey, look back and smile, bahwa kita sudah mengajarkan hal terbaik untuk anak-anak kita, perfection is possible when we’re together

March 9, 2011 Posted by | family, love | , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 184 : A House Is Not A Home Without You

A chair is still a chair, even when there’s no one sitting there .. but a house is not a home when there’s no one to hold you tight.

A room is still a room, even when there’s nothing there but gloom .. but a house is not a home when the two of us apart.

Darling, have a heart .. don’t let one mistake keep us apart. I’m not meant to live alone.

When I climb the stairs and turn the key, oh please be there … still in love  :)

Sepenggal lirik manis dari Luther Vandross, sukaa banget…

Dear hubby .. let us always make our house a home ..

March 3, 2011 Posted by | love | | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 169 : 36 Years Anniversary

1 Februari 1975, adalah hari dimana kedua orang tua saya mengikat janji untuk hidup bersama dalam satu bahtera rumah tangga.  Ceritanya mereka bertemu sewaktu papa sedang bertugas di Makassar sana. Papa menjelang bujang lapuk karena mendekati 36 masih belum menikah. Untunglah terselamatkan saat melihat mama yang cantik. Umur mereka hampir terpaut 11 tahun.

Sekarang, di hari-hari tuanya, meskipun mereka berdua sakit-sakitan tapi mereka selalu saling menjaga satu sama lain. malah papa pernah bilang mau dimakamin satu lubang sama mama, aih.. segitunya.

Maunya semua pernikahan bisa seperti itu. Maunya pernikahan saya bisa seperti itu. Saya ingin jika tua nanti, saat tidak ada lagi anak-anak dan hanya berdua saja, saya dan suami tetap saling menjaga dan merawat. Membicarakan betapa lucunya anak-anak sewaktu lahir, betapa sulitnya masa-masa remaja mereka, dan betapa bahagianya melihat cucu-cucu kami sekarang, hihihi …

Mama Papa, selamat ulang tahun pernikahan ya.. ikatan di antara mama papa benar-benar memberi inspirasi buat semua anak menantu supaya selalu hidup rukun sampai tua dan maut memisahkan. We love you both so much

February 1, 2011 Posted by | family, love | , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 158 : Selamat Ulang Tahun Abu

Selamat ulang tahun Abu, pagi ini abu sudah ummi bangunkan dengan pelukan hangat selamat ulang tahun (meskipun tiap pagi juga selalu hangat ya ..)

Suamiku yang baik, yang selalu memulai hari dengan shalat shubuh dan tidak pernah tidur lagi tapi langsung menyibukkan diri dengan segala urusan rumah. Gak ada deh, barang di rumah yang berlama-lama dibiarkan rusak. Tangan suamiku itu pasti gatel buat beres-beres, kalau dia sudah merasa gagal, baru panggil tukang :)

Suamiku yang mau belanja ke pasar dan memasak untuk istri dan anak-anaknya ..

Suamiku itu, yang kalau sudah punya komitmen pasti dia pegang. Berhenti merokok aja langsung brek dalam sehari, ga pake bertahap-bertahap biarpun kesiksa.

Suamiku, yang katanya rajin olahraga dan jaga badan biar istrinya seneng terus ngeliatnya (emang iya siiiy)

Selamat ulang tahun abu, so proud to call you as my husband.

Mudah-mudahan abu, ummi dan anak-anak  menjadi keluarga yang selalu dilimpahi dengan banyak kasih sayang sebagai akibat dari Iman .. Amin Ya Rabbal “Alamiin ..

January 15, 2011 Posted by | love | | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 155 : Been There

I’ve been away for a while. Belakangan ini pikiran saya terkonsentrasi membantu seorang teman menghadapi masalah rumah tangganya. Dan saya benar-benar berharap dia bisa melewati dan menyelesaikan masalahnya itu dengan baik pada akhirnya.

Setiap rumah tangga pasti pernah dihadapkan pada badai. banyak ketidakpuasan, ketidakcocokan, kekecewaan yang menjadi penyebabnya. bahkan jika yang kita nikahi adalah orang yang paling kita cintai dan kita anggap belahan  jiwa sekali pun. Really.. I’ve been there. Dan mungkin ke depannya pun masih akan banyak lagi badai-badai yang lain.

Saya berharap, sahabat saya itu akan selalu menggenggam tangan suaminya saat badai sebesar apa pun menerjang. Jangan melepaskan. karena yang mengalami sakitnya bukan hanya dirinya sendiri tapi pastilah juga suaminya. Seperti yang saya alami, jika badai itu bisa dilalui bersama-sama, justru ikatan di dalam perkawinan malah akan semakin bertambah kuat. Rela mengorbankan diri bagi satu sama lain adalah ikatan yang tidak mudah untuk diputuskan oleh siapa pun.

Dear friends, wifes … please be strong. Sometimes our husbands make mistakes. As far as you could, better not to leave him because of his mistakes, always try to stay and guide him to  the right path again.

January 13, 2011 Posted by | Effort, Life, love | , , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 147 : Passion, Love, Compassion

Passion is …

You are you, I am me. Passion is taking, taking and taking..

Love is ..

You and I, Love is taking and giving..

Compassion is ..

All, all, all. It is giving, giving and giving ..

December 26, 2010 Posted by | love | | Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.