365 Thankful days Project – Day 59 : Tipping Point Keong Racun
Ini hebatnya tinggal di Indonesia, hanya perlu sedikit kreatifitas saja untuk menimbulkan kehebohan nasional. Mumpung masih hangat, saya ingin ikut mengomentari geger nasional yang ditimbulkan oleh dua cewek manis centil dari Bandung tahun ini : Jojo dan Shinta.
Fenomena yang terjadi pada lagu Keong Racun yang mereka bawakan secara Lyp Sinc adalah sebuah Tipping Point. Tipping Point adalah saat sesuatu yang sudah lama ada tiba-tiba berubah seketika, apakah itu menjadi terkenal mendadak atau membuat perubahan besar-besaran.
Di tangan penyayi sebelumnya, lagu ini bahkan hampir tidak dikenal sama sekali. Kalau pun terdengar, bagi sebagian besar orang, bahkan termasuk saya, akan menganggapnya sebagai lagu dangdut dengan syair dan irama yang, maaf, agak norak.
Tapi begitu lagu ini pada akhirnya kedapatan dinyanyikan oleh dua mahasiswi yang manis-manis dengan gaya yang cuek dan kocak, Boom…, si keong berhasil meracuni orang-orang di Indonesia.
Tiga hal penting yang menyebabkan Tipping Point bisa terjadi adalah :
1. Adanya para penghubung atau konnektor.
Konnektor atau penghubung ini, adalah orang-orang yang biasanya punya pengaruh dan sangat karismatik sehingga apa pun yang ia katakan maka akan cepat tersebar. Dalam kasus Jojo dan Shinta, ada Charlie dari ST 12 yang berperan sebagai konnektor.
2. Faktor Kelekatan
Tidak seperti penyanyi aslinya, Jojo dan Shinta memiiiki faktor kelekatan, karena mereka mencerminkan anak-anak muda dewasa ini, lucu, cuek dan tahu memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang.
3. Kekuatan Konteks
Agak bingung juga mendeskripsikan, kekuatan konteks dari fenomena Keong Racun ini. Kekuatan konteks bisa saja ada pada syair dan irama dangdut kocaknya dan dibawakan secara kocak juga oleh dua mahasiswi iseng. Atau mungkin juga karena sebelumnya berita yang meledak akibat penyebaran di internet itu begitu memuakkan, sehingga begitu ada sesuatu yang fresh dan lucu, maka orang-orang pun dengan cepat menerimanya.
What to thank dari fenomena ini ? Itulah indahnya tinggal di Indonesia, bangsanya begitu dinamis meskipun kadang dengan cara yang aneh.
Sori sori sori Jek,
Jangan remehkan aku
Sori sori sori Bang,
Ku bukan cewek murahaaaan
