Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thankful Days Project – Day 196 : Surprise For A Friend

Hari ini saya sibuk membantu teman saya menyiapkan kejutan ulangtahun untuk suaminya tercinta. Teman saya itu punya nasib  sebelas dua belas dengan saya, suaminya harus meninggalkannya dan anak-anak untuk bekerja di kota yang berlainan.

Nah, suaminya itu bekerja di Batam, sementara sahabat saya itu tinggal di Bandung. Dan saat berulangtahun, sang suami tidak bisa berada di rumah. Jadilah sahabat saya merancang kejutan untuk suaminya, ia datang bersama anaknya yang paling bungsu dan lucu dengan segala perlengkapan acara kejutan : Nasi timbel bakar dari Bandung, kue-kue dan segala piring sendok plastik.

Sepanjang siang, ya kita sibuk dengan segala persiapan… tegang hihihi..

Saya jadi teringat suami yang jauh… ah, sebenar nya memiliki hubungan jarak jauh terkadang bisa begitu romantisnya ya.  Bisa lebih leluasa menyiapkan kejutan, berdebar-debar tegang saat hendak ketemu, bisa selalu mendengar untaian kata-kata rindu, bahkan pergi ke mall untuk mencari pakaian baru yang akan dikenakan sewaktu menyambut kepulangan pun bisa begitu membangkitkan gairah asmara.

Well.. singkat cerita, kejutannya sukses. Suaminya mesem-mesem bahagia … bisa bertemu anak istri di hari ulang tahunnya.. wah senangnya…Selamat yaa..

Tidak ada rasa yang lebih membahagiakan selain bisa membuat orang yang kita sayangi tersenyum ..

April 4, 2011 Posted by | friendship | | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 177 : Role Model

Saya punya seorang sahabat yang memiliki masalah rumah tangga yang begitu runyam.  Tapi selalu menampakkan senyum dan semangat terbaiknya pada semua orang. Mata sembabnya dia tutupi dengan baik menggunakan mascara. Segala susahnya ditutupi dengan tertawa (entah itu tawa palsu atau asli yang jelas di depan teman-temannya senyum manisnya selalu merekah)

Lalu saya bertemu dengan salah seorang staffnya. Staffnya ini berkata kalau ia sangat mengagumi sahabat saya itu : Ibu itu role model buat saya ..

Ooohh… saya yang kebetulan mengetahui segala kepedihan teman saya itu sedikit terdiam mendengarnya. Karena di mata staffnya, sahabat saya adalah perempuan sempurna yang sukses dalam karir dan rumah tangga.

Ternyata, tidak selamanya role model itu adalah manusia yang sempurna ya… paling tidak meskipun seseorang dipandang sempurna oleh orang lain, bisa jadi sebenarnya ia menyembunyikan begitu banyak ketidaksempurnaan.

Dan jika kita menemukan ketidaksempurnaan itu, masihkah kita akan mengagumi seseorang dengan cara yang sama ?

But what I think is .. role model justru memang tidak akan ditemukan pada mereka-mereka yang sempurna. Karena there’s no such thing yang namanya sempurna. Kalaupun ada, kesempurnaan hanyalah akan menimbulkan rasa iri hati dan dengki. Role model justru ada pada mereka-mereka yang berpegang teguh pada perjuangannya dan menginspirasi orang lain untuk mempertahankan perjuangannya juga.

So in this point.. karena perjuangannya yang gigih itu, saya pikir teman saya memang pantas disebut sebagai seorang role model , terlepas bahwa dia juga memiliki banyak kekurangan sebagai seorang manusia dan perempuan khususnya. Ia dipandang karena hal-hal lain yang dilakukannya yang menginspirasi banyak orang.

February 21, 2011 Posted by | friendship, Hero, Life | , , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 50 : What a Friend For

Dalam dua hari ini, dua teman saya mengalami kehilangan. Yang satu kehilangan hubungan yang selama ini dia miliki dan membuatnya bahagia, yang lain kehilangan hasil pekerjaan yang sudah diselesaikannya dengan penuh dedikasi selama berhari-hari untuk memenuhi permintaan client. 

Meskipun saya berusaha untuk memahami dan berempati, tapi sebenarnya hampir dipastikan saya tidak benar-benar mengerti karena saya toh tidak mengalaminya sendiri.  Tapi mereka dengan caranya masing-masing berusaha mengatasi  kehilangan itu. Teman saya yang satu berusaha setabah mungkin menahan tangisnya dan menerima keadaan dengan lapang dada, sementara yang satu masih berusaha mengulang lagi seluruh pekerjaannya dari nol dan tidak menyalahkan orang lain. I admire them for that.

Satu hal yang saya sadari, di saat kita sedang mengalami kehilangan, betapa pentingnya untuk memiliki seseorang sebagai tempat berbagi dan meminta bantuan.  Dan orang ini kadang tidak diperlukan sebagai tempat pemecah masalah, tapi cukup sebagai pendengar dan penghibur. Soalnya, waktu teman saya mewek semalam, sebisa mungkin saya hibur dengan kata-kata penyemangat . Tapi at the end, waktu dia tanya kenapa begini  kenapa begitu,  saya jawab dengan polosnya, aduh..gua  juga gak tahu… (karena emang gak tahu), ternyata dia gak protes.  Malah dia bilang, dia bersyukur  dan berterima kasih karena ada saya. Sempat heran juga, He…? Kayaknya gua gak ngasih solusi apa-apa dee.

Seberapa besar kesusahan yang dialami seseorang karena kehilangan itu, kita gak akan pernah bisa mengerti.  Tapi seberapa besar kesediaan kita untuk mendengarkan dan tidak menghakimi, itu jauh akan lebih dihargai. Pada akhirnya toh semua orang akan menemukan jalannya sendiri untuk mengatasi masalah mereka, karena memang begitulah cara manusia belajar ; melalui kesusahan, kegagalan dan kehilangan.  Teman, kadang hanya dibutuhkan sebagai cheer leader saat semua hal itu terjadi, karena dengan begitu kita akan selalu tahu bahwa , selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali.

Keep up the spirit guys

July 22, 2010 Posted by | friendship | | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 33 : When Weakness Doesn’t Stop You

Ini cerita nyata tentang seorang sahabat, yang mengubah penolakan yang dia alami, menjadi keberhasilan.  Dia menunjukkan, bahwa kekurangan dan penolakan yang kita alami, bukanlah akhir dari segalanya. Malah justru bisa menjadi turning point atau titik balik dalam hidup kita untuk meraih keberhasilan.

Teman saya ini, adalah kebanggan orang tuanya di kampung. Dia adalah salah seorang pemuda cerdas dari Pematang Siantar, di tanah Batak sana. Dengan diiringi doa restu orang tua dan keluarga di kampung, ia berangkat ke Bandung begitu dinyatakan lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri, menembus ITB, jurusan Teknik Pertambangan.

Tapi ternyata proses penyaringan, belum cukup sampai di situ. Masih ada tes kesehatan. Dan ternyata, si anak Siantar ini, buta warna. Bagaimana mungkin seseorang yang masuk Teknik Pertambangan bisa buta warna ? Bagaimana bisa dia membedakan berbagai jenis mineral jika matanya cacat ? Akhirnya, singkat cerita dia jadi seperti barang reject di sana. Di tolak dari Teknik pertambangan ITB, meskipun lolos tes masuk, dengan alasan buta warna, tidak bisa membedakan warna hijau dan merah.

Akhirnya, diputuskan dia dialihkan ke jurusan lain yang masih satu fakultas. Masuklah dia ke Teknik Perminyakan, that’s how we met. Dulu pun dia jadi bahan gurauan kami, karena buta warnanya itu. Tapi dia anak yang baik dan menyenangkan, akhirnya justru jadi bagian yang utuh dari almamater kami.

Sekarang, tahu di mana dia bekerja ? Petronas Malaysia, berkantor di salah satu lantai di KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre) Twin Tower Petronas, lokasi kerja yang diminati banyak orang di dunia. Tinggal di sebuah condo dengan istrinya yang manis dan menyenangkan, juga punya kendaraan pribadi. Hobbynya fotografi dan golf.

Si anak kampung yang buta warna itu, sama sekali tidak menyerah dengan keadaannya. Sampai kadang jadi bahan gurauan kita, untung loe buta warna ya. Dijawab cuma dengan cengengesan ..

July 6, 2010 Posted by | Effort, friendship, Hero, Life | , , , | Leave a Comment

Little Me

I went to Bandung last week, and found some photos from my young ages. So funny to see it again, and happy to find that I still have some photos of me and my friend Olla.

yuli-in-holland-94

As little miss Holland, 94 :)

 

 

 

 

 

 

 

yuli-olla1

yuli-olla2

 

 

 

 

As little singers with Olla, 1986

yuli-olla32

 

Can you find us ?

January 13, 2009 Posted by | Uncategorized | | 1 Comment

Treasure the day I met you again

For my long lost friend, you have no idea how I treasure the day I met you again

The Story

by Jordanna Tillinghast

 

Two separate lives brought together  

Our love and friendship shared forever

The laughs,the love, even some tears

were planned to be spent all our years

 

Then one day things fell apart

And time and hurt pulled at our heart

“Together always”, were words only said,

And reality was, it was all in our head.

 

But through it all, we truly shine;

It will be you and me till the end of time

“I love you always”, will now be said

and a great friendship waits ahead

 

December 23, 2008 Posted by | love | , | 2 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.