Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

Awesome!

Hidup ini lucu ya .. beberapa saat yang lalu, when I was feeling so sad, useless and hopeless (syerem yah), one of my lifetime best friend, OllaChas, nominated me as an awesome person. Pardon… but me? awesome ? Well…hmm…aduh !(blushing mode)

Kadang kita memang butuh orang lain untuk melihat sosok kita dari sudut pandang yang berbeda. Tapi kan aneh juga kalau kita memaksa-maksa orang untuk menyebutkan kelebihan kita, sementara kita sendiri tidak mau melihat diri memiliki banyak kelebihan,dengankata lain,tidak pandai bersyukur. 

Life comes with lots of ups and downs, everyone has their own stories and each can be worse than others.  Sometimes when we just see our self with our own “big” problems, it can drag us away from the ability to see how much we are blessed in this life.

Ok deh, I’m awesome ..( no, bukan mau narsis yah ), and that’s because :

  1. Selalu berhasil masuk sekolah favorit, universitas favorit, lulus cepat, nikah cepat dan punya anak cepat (dulu pernah ada teman yang kasih komen begitu, Yuli seneng yah, kuliah cuma 4 tahun, nikah dan langsung punya anak deh).
  2. I have 2 wonderful kids, a boy and a girl. They are gorgeous, smart and healthy. And they adore me very much.
  3. Been and keep trying my best to be a good mom for them, be their friends, their teacher. Watch them grow up as they are today, such kind hearted children,have always give smiles in my face.  
  4. Punya adik-adik dan ipar-ipar yang benar-benar baik dan selalu saling support in bad times and good times
  5. Punya orang tua dan mertua yang really love me very much, and always wish the best for me
  6. Been and keep trying to be a good wife for my husband
  7. I can teach. I’ve been teaching for more than 10 years and, and always love to do it. I have a wish to be a real teacher someday. And you know.. my students always love the way I teach.
  8. I’ve been to Europe, especially to France. Hmm..wish to go back there someday, with the one I love for sure!
  9. I’ve delivered 2 babies, and still in shape , yeah :)
  10. I’ve got wonderful smile (well, at least some people said so)
  11. I’m healthy
  12. I have chance to work in oil and gas industry as an engineer, meet and work with many people from all around the world.
  13. I have ability to make people feel comfort talking to me, I don’t have a lot of  friends, tapi selalu bisa mendapatkan teman baik di mana pun 
  14.  This list can keep goin and goin ..tapi koq nanti jadi kayak narsis beneran yah hehehe..  

Kadang-kadang, kita suka merasa nelangsa banget jadi manusia.Padahal sebenarnya itu cuma karena kita enggak mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Kalau Tuhan itu orang tua dan kita anaknya, kita ini seperti anak kecil yang nangis karena gak dapat apa yang kita mau. Padahal Tuhan itu benar-benar seperti orangtua yang selalu menjaga dan mencukupi kita. Kalau sampai orangtua muntab dan kita enggak diaku anak lagi, gimana dong. Takut ah.. Let’s count your blessings from now,and believe, we are awesome in our own unique way .

Thanks  Olla for being my awesome friend and make me dare to reveal my awesomeness

To the one I love, even you’re far away, it’s you who teach me to count all the blessings in our life.

June 3, 2009 Posted by juliequr | love | | No Comments Yet

Let’s Switch Off The TV

Yes, let’s switch off the television. Ini sejenis mommy’s rule di rumah yang sudah mulai harus diterapkan untuk semua orang. Well, berat banget untuk memulainya tapi sepertinya, dengan penuh kesadaran, memang aturan ini sudah harus mulai diberlakukan.

Anak-anak senang banget dengan kartun. Hanya saja sepertinya mulai kebablasan karena keasyikan dengan berbagai film kartun baik yang pantas maupun tidak pantas, yang disediakan oleh orangtuanya sendiri dengan berlangganan tv kabel. Well, tadinya kami pikir banyak juga manfaatnya buat anak-anak karena mereka bisa melihat dunia melalui Discovery Channel, National Geographic, atau Animal Planet. Tapi malah channel-channel ini yang jarang didatangi, susah deh.  

Memulainya susah banget ternyata, apalagi supaya adil, peraturan berlaku untuk semua penghuni rumah.Termasuk si Mbok yang pada awalnya manyun karena gak bisa lagi menyaksikan sinetron-sinetron kesayangannya. Masalahnya, si kecil Najmi  juga sudah mulai ikut penasaran dengan cerita-cerita sinetron yang isinya hampir-hampir gak bermutu semua itu. Mending kalau cuma penasaran, lah dia mulai ikut-ikutan galak dan melotot-melotot kalau ngambek, gawat kan. Syukurlah setelah beberapa waktu, Mbok mulai terbiasa, meskipun sebagai gantinya saya harus menemaninya ngobrol malam-malam, menceritakan kisah-kisah yang meskipun tidak seheboh dalam sinetron, tapi sungguh-sungguh terjadi dalam perjalanan hidup ini.   

IMG_8997Dan buat dua anak yang super heboh di rumah, buku-buku bacaan selalu harus up to date. No limited budget for books, meskipun tetap juga harus selektif terhadap komik-komik yang mereka pilih (apa ya yang bisa tidak harus selektif sekarang ini?) Tambahannya, sekarang saya mulai mencoba mendorong mereka untuk menulis, apa pun yang ingin mereka ceritakan. Meskipun masih berantakan, Ihsan bahkan sudah mulai bisa menulis cerita dengan ilustrasi yang dia gambar sendiri. Senang deh waktu membacanya :)

 

 Tambahan lagi,mereka mulai punya mainan baru,  rubik’s cube. Puzzle kubus 3×3x3 yang harus diputar dengan IMG_9002berbagai cara agar setiap warnanya bisa menempati posisi yang benar pada setiap sisinya. Tapi masih harus banyak banget latihan dan belajar, yang utamanya sih, umminya harus bisa menaklukkan kubus itu duluan baru bisa ngajarin mereka. Permainan yang asyik buat tetap menjaga pikiran tetap tajam.

Kemudian, musik. Meskipun masih kacau, Ihsan sudah mulai mahir mendentingkan senar-senar gitar. Senang deh rasanya waktu dia mulai bisa memainkan melodi lagu Merindukanmu nya D’Masiv.  Sementara Najmi masih harus dibujuk-bujuk supaya tetap semangat latihan biola.

Ayo dong… cari kegiatan selain nonton tv :)

June 3, 2009 Posted by juliequr | children, family, thoughts | , , | No Comments Yet

Life Is Not A Rubik’s Cube

rubiks-cubePernah liat Rubik’s Cube? Pernah penasaran buat menyelesaikannya, atau bertanya2 apa bisa rubik’s cube yang sudah berantakan gak jelas pattern nya lagi diselesaikan ? Well, just found out kalau ternyata bisa diselesaikan, dan bahkan ada kompetisi waktu tercepat untuk menyelesaikannya. Bahkan dari yang paling berantakan sekalipun,kalau sudah menguasai strategi dan taktiknya,bisa diselesaikan dalam hitungan detik !

Puzzle yang berantakan sekalipun ternyata punya langkah-langkah penyelesaian, hingga akhirnya tersusun sempurna sebagaimana mestinya,menampilkan ujudnya yang utuh. Sejauh yang saya ingat, strategi awalnya : mulai dari sudut. Jadi, ditengah ratusan kepingan yang terburai-burai itu, si empat sudut lebih baik ditemukan terlebih dulu. Kemudian mencari sisi-sisi terluarnya,baru bergerak kedalam untuk menyelesaikannya. Well, at least gitu deh yang saya tau. Mungkin ada cara lain yang lebih cepat.

Kalau sudah tau cara menyelesaikannya, biasanya yang jadi perhatian adalah tingkat kecepatan dalam penyelesaiannya. I’m just thinking, seperti itu kah hidup ini..

Kalau hidup itu adalah puzzle, setiap peristiwa dan masalah dalam kehidupan ini adalah bagian dari potongan-potongan puzzle yang harus diselesaikan. Hanya saja, gambar utuhnya itu seperti apa ya. Bagaimana caranya menyelesaikan puzzle, yang bahkan gambar utuhnya seperti apa pun kita tidak tahu. Bertanya-tanya, apakah potongan yang ada di tangan saya sekarang ini, jika disambung dengan potongan sebelumnya,akan membuat gambaran utuh itu menjadi jelas bentuknya, ataukah malah semakin kacau dan ga jelas. Jangankan memikirkan kecepatan dalam menyelesaikan, menggabungkan dua potongan yang tepat pun rasanya sulit sekali.

Jika pada satu ruang dan waktu kita bertemu dengan seseorang, bagaimana kita bisa tau bahwa dia adalah bagian dari potongan puzzle kehidupan kita ? Karena tanpa potongan yang tepat, gambaran utuh itu tidak akan terlihat. Dan kalaupun dia adalah potongan yang tepat, dimana harus meletakkannya sehingga dia menempati posisinya yang benar? Kalaupun puzzle itu tersusun,akankah kita tersenyum puas dan bahagia begitu mengetahui seperti apa gambaran utuhnya ?

Hidup manusia mungkin jauh lebih kompleks daripada sekedar jigsaw permainan. Menyusun jigsaw membuat kita merasa excited,  senang sekali rasanya jika berhasil menyelesaikan teka-teki potongan gambar itu. Tapi potongan-potongan kehidupan yang manusia jalani, kadang diisi dengan ketakutan. Takut akan gambaran yang akan terlihat makin jelas dalam setiap langkah yang diambilnya. Yang unik dari jigsaw kehidupan adalah, kita bisa memilih mau seperti apa gambarannya. Dan mungkin itu yang membuatnya menjadi lebih berat. Mungkin bagi orang-orang yang sudah terbiasa memvisualisasikan tujuan hidupnya, menyelesaikan jigsaw ini akan lebih mudah. Dia hanya tinggal memikirkan, potongan mana yang cocok agar gambaran itu semakin terlihat wujudnya. Tapi bagi yang masih tidak tahu apa yang dia harapkan, setiap kali satu potongan tersusun, setiap kali pula hatinya masih bertanya-tanya apakah ia akan senang dengan gambaran yang akan dihadapinya nanti.

Yang lebih menarik lagi adalah jika kita berusaha menyelesaikan rubik’s cube. Bagaimana caranya agar pada saat kita menyelesaikan satu masalah, tanpa menimbulkan masalah yang baru ? Tanpa merusak susunan keteraturan yang sudah terbentuk ? Ada yang bisa menyelesaikannya dalam hitungan detik. Hah! Seperti itu jugakah kemampuannya menyelaraskan dirinya dalam kehidupannya ? Apa hidup juga seperti rubik’s cube.. terlihat rumit tetapi ternyata masih ada cara untuk menyelesaikannya.  Hanya saja, hati manusia begitu sulit ditebak. Masalah apa pun yang kita selesaikan, rasanya sulit untuk bisa menyenangkan semua orang. Akhirnya, untuk menyelesaikan satu rubik’s cube mungkin butuh seumur hidup..

May 12, 2009 Posted by juliequr | thoughts | | No Comments Yet

Menjadi Air

Hari ini hujan turun dengan derasnya, setelah sekian lama kota Batam terasa begitu menyengat, panas berdebu. Padahal di bagian lain Indonesia ini, air turun dari langit dan hanya menyisakan mendung berat yang masih menggantung, seperti pasukan-pasukan air yang menunggu giliran untuk ikut menaklukkan bumi. Mereka lalu meluapkan sungai,melongsorkan tanah,menggenangi jalan. Bahkan seperti tanpa ampun menduduki rumah-rumah penduduk, membuat mereka mengungsi sampai serbuan ini mereda.

Aneh sekali,di sini turunnya air disambut dengan suka cita ,perasaan syukur dan kelegaan luar biasa,di sana orang-orang berharap semoga air berhenti turun dari langit.

Pernahkah terpikir,bahwa air diciptakan untuk selalu mengalir? Tetes embun pada daun adalah seperti bayi kecil yang baru lahir,kemudian ia pun akan memulai petualangannya,mengalir. Tetes embun di atas mahkota bunga dan dedaunan, rasanya lebih indah dari pada berlian apapun. Lalu sebagian akan naik ke udara, membentuk kabut dan awan,sebagian lagi akan turun ke bumi,menyiramkan cinta pada tunas-tunas baru.

Sebagai awan,air akan kembali turun ke bumi, diterima oleh akar-akar tumbuhan,dan menemui jalannya dalam saluran-saluran rahasia di bawah kaki-kaki kita. Akhirnya ia mempelajari semua yang dilaluinya didalam tanah, dan siap untuk tahap kehidupan selanjutnya. Keluar dari kegelapan,air menuju terang di atas tanah. Membentuk kali kecil, menemukan momentumnya, semakin besar,semakin besar. Memberikan kehidupan kepada  setiap kebudayaan.

Ketika tangan-tangan manusia mulai ikut campur,maka aliran air pun berubah. Ia dihambat, tidak bisa mengalir lagi. Alirannya di rubah, maka ia pun meronta.  

Kehidupan manusia, adalah kehidupan air. Mengalir. Toh diri manusia memang terdiri lebih dari 70 persen air. Wajar jika air itu ingin mengalir bersama dengan kehidupannya. Tindak hidup adalah tindak mengalir. Sama halnya,jiwa ini pun ingin mengalir, agar segala beban dalam hidup ini bisa terangkat.

Air mengajarkan kita cara hidup, cara mengampuni, cara percaya. Air tidak pernah takut untuk  jatuh, karena tanpa jatuh, ia tak akan pernah  mengalir.  

Dan cinta .. kedalamannya bahkan mungkin tidak akan ada yang bisa mengira,sama seperti manusia yang sulit menebak dalamnya samudra. Bersama kehidupan, cinta mengalir melewati berbagai fase kehidupannya. Setitik embun, akhirnya membentuk luas samudra. Sekilas pandangan mata, akhirnya mengalir bersama mimpi dan menuju samudranya sendiri.

Aku ingin menjadi air, mengalir menuju samudraku..

PS:

A great friend of mine asking me, what if you are trapped water in a pond, or in an aquarium?

Well , there’s always a beauty in water..  it brings life, even just for the little fishes who live in it. Even if I’m trapped, I still wish I can bring life ..

February 4, 2009 Posted by juliequr | love, thoughts | | No Comments Yet

Little Me

I went to Bandung last week, and found some photos from my young ages. So funny to see it again, and happy to find that I still have some photos of me and my friend Olla.

yuli-in-holland-94

As little miss Holland, 94 :)

 

 

 

 

 

 

 

yuli-olla1

yuli-olla2

 

 

 

 

As little singers with Olla, 1986

yuli-olla32

 

Can you find us ?

January 13, 2009 Posted by juliequr | friendship | | 1 Comment

A Prayer (to Welcome a New Period of Life)

Tuhanku,

Bentuklah putra-putriku menjadi manusia yang berani.

Untuk menyadari kelemahannya, manakala ia takut.

Manusia yang tetap teguh dalam kekalahan,

tetapi jujur, rendah hati serta berbudi halus di dalam kemenangan.

Bentuklah putra-putriku menjadi manusia yang cita-citanya tak pernah padam,

dan sanggup mewujudkannya dalam tindakan.

Putra-putri yang insyaf bahwa mengenal dirinya sendiri

adalah landasan pengetahuan.

Tuhanku,

Aku mohon supaya putra-putriku tidak berada

di atas jalan yang mudah dan lunak,

tetapi tumbuh dan Kau pimpin di dalam desakan dan tantangan,

agar ia dapat berdiri kokoh di tengah badai.

Putra-putri yang dapat memimpin dirinya sebelum

berhasrat memimpin orang lain.

Putra-putri yang sanggup memenangkan hari depan,

dan tak lupa untuk belajar dari masa lampau.

Dan setelah semua ini menjadi miliknya,

aku masih memohon supaya putra-putriku diberi perasaan jenaka,

agar ia dapat bersungguh-sungguh tanpa terlampau bersungguh-sungguh.

Karuniailah mereka kerendahan hati, dan bimbinglah mereka

agar selalu ingat akan Ilmu-Mu, sebagai sumber kesederhanaan

dan keagungan yang asli, sebagai sumber kearifan dan kekuatan yang asli.

 

Dengan demikian maka aku (ibunya)

dapat memberanikan diri untuk berbisik

Hidupku tidaklah sia-sia …..!

ade kakak

January 3, 2009 Posted by juliequr | children, family, love | | No Comments Yet

Barelang Bridge

view-barelangToday is a christmas holiday, and instead of just going to the mall, I’m taking my chidren and our maid to the Barelang Bridge. Barelang Bridge is an icon of Batam Island, it connects Batam Island to the other islands on the south of Batam. If you want to go to Galang Island and see the vietnamese refugees camp (boat people), you must go through Barelang Bridge.

 

The view from the bridge is beautiful, you can see some fishermen, small islands, the sea, the pelicans. And feel the wind breezed on your face. Very calming. The children seemed to enjoy it as well and started with their never ending quetions. This is not even their first time standing on the bridge.

Take a look at some of our snap shots :)

najmi-ihsan-at-barelang-bridge

hugging-at-the-bridge

ummi-dan-najmi

December 25, 2008 Posted by juliequr | children, family, travel | | 2 Comments

Treasure the day I met you again

For my long lost friend, you have no idea how I treasure the day I met you again

The Story

by Jordanna Tillinghast

 

Two separate lives brought together  

Our love and friendship shared forever

The laughs,the love, even some tears

were planned to be spent all our years

 

Then one day things fell apart

And time and hurt pulled at our heart

“Together always”, were words only said,

And reality was, it was all in our head.

 

But through it all, we truly shine;

It will be you and me till the end of time

“I love you always”, will now be said

and a great friendship waits ahead

 

December 23, 2008 Posted by juliequr | friendship, love | | 2 Comments

The Best Mother’s Day Gift

Today, is my first posting in this blog. And I have so many reasons to be happy today..

22nd of December is a mother’s day in Indonesia. And my two busy kids, Ihsan and Najmi, happened to plan something for me. They kept asking me to stay in my room, no picking. And I was wondering what they were up to.

Finally, they were finished with whatever they were doing. And called me. Still no picking, “close your eyes, Ummi”

Then finally the moment came, I opened my eyes, and saw two self-made cards already hanging in front of my room.

ihsan's-mother's day cardihsans-mother-day-greetings

najmis-mother-day-cardnajmis-mother-day-greeting

Then they were holding hands and started to sing :

Kasih ibu, kepada beta tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia …

My happiest day of the year …. :)

img_0672

December 22, 2008 Posted by juliequr | children, family, love | | No Comments Yet

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

December 22, 2008 Posted by juliequr | family | | 1 Comment