Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thankful Days Project – Day 231 : It’s a Hard Lesson, Son !

Hari ini Ihsan pulang dengan muka lebih kusut dari biasanya (well, biasanya juga kusut karena lelah.. baru sampai rumah jam 4 setiap hari).  Saya pikir pasti ada masalah di sekolah ..

Tapi Ummi tidak langsung tanya-tanya, biar Abang ganti baju dulu, shalat dulu.

Akhirnya sesudah shalat dia masuk ke kamar Ummi, ikut baring di tempat tidur. Muka dan badannya menghadap tembok.  Sesudah beberapa saat hanya terdengar nafasnya saja, Abang buka suara juga.

Mi.. kertas Try Out matematikaku disita sama pengawas. Katanya aku ketahuan kerjasama..

Ihsan ? Nyontek ? No way .. gak mungkin. Dia terlalu bangga sama dirinya sendiri untuk melakukan perbuatan itu. Apalagi pelajaran matematika, bidang yang paling dikuasai dan disukainya. Setelah sedikit korek-korek, keluar juga ceritanya.

Katanya setelah ulangan selesai dan pengawas sedang berjalan mengumpulkan hasil ujian, beberapa temannya datang menghampiri dan mencoba menyocokkan jawaban. Mungkin karena mereka pikir toh waktunya sudah habis dan tinggal dikumpul, tidak apa jika saling mencocokkan jawaban. Akhirnya mereka semua malah kena marah sama pengawas, dan kertas ulangan mereka semua disita.  Ihsan kesal karena dia merasa tidak bersalah. Plus ditambah juga kena tegur sama gurunya, karena menurut Bu Guru, Ihsan juga salah karena mau menunjukkan lembar jawabannya.

Jadi sekarang bidang matematikanya terancam tidak diperiksa oleh Dinas Pendidikan (Try Out tingkat kecamatan di Batam).

Belum lagi gara-gara kasus ini, dia jadi sedikit kesal dengan teman-temannya. Padahal mereka semua yang tertangkap bersahabat cukup dekat.

My boy .. you just have to learn to deal with it. Tetap saja tidak bisa menyalahkan orang lain kalau kita punya andil di dalam suatu kesalahan.  It’s a good lesson learnt for you. Coba kalau hal ini terjadi pada saat Ujian Nasional yang sebenarnya, bisa terancam tidak lulus ! Walah walah ..

Jadi, bersyukur ya Bang, sudah diberi peringatan jauh-jauh hari sebelum memasuki pertempuran yang sebenarnya. Untuk hasil latihan kali ini, terpaksa harus diterima kalau nilainya jatuh. Lain kali hati-hatilah … meskipun dengan teman-teman terbaik, tetap saja kita harus mengutamakan kejujuran dan kehati-hatian dalam setiap ujian.

 

February 28, 2012 Posted by | children, Education, Growing Up, Learning | , , , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 230 : Anak Emas

Hari ini Ihsan bertanya, Ummi.. anak emasnya Ummi siapa ?

Hihihi… si abang pasti baru tahu artinya anak emas, makanya dia langsung penasaran, di antara mereka bertiga, siapa anak emas ummi dan abu.

Yah, Bang … Ummi sama Abu enggak punya satu anak emas. Semuanya anak emas Ummi sama Abu. Ummi Abu sayang sama Ihsan Najmi Yumna bertiga, sama banyak. Kalau sekarang Ummi lebih merhatiin ade Yumna, ya karena ade Yumna masih bayi. Belum bisa apa-apa.

Gantian nanya ah… Abang, orang tua emasnya siapa ?

Ummi sama Abu lah, dua-duanya emas.

Wah… senangnya jadi orang tua emas  :)

February 27, 2012 Posted by | children, family | , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 229 : Mata Air Bumi

Menyebalkan sekali rasanya jika membaca berita-berita di koran mengenai sungai-sungai, danau atau laut yang keruh dan tercemar. Rasanya tidak percaya, bagaimana mungkin kita (well, saya juga masih menganggap diri saya seperti itu)  merusak apa yang menjadi sumber kehidupan kita sendiri ? Keterlaluan sekali kita ini.

Sebuah kampung atau kota biasanya bertumbuh di sekeliling mata air / sumber air . Dimana ada sumber air, biasanya di sanalah manusia mulai membangun perkampungan dan kehidupan. Karena satu dan lain hal, kampung dan kota bisa dipindahkan. Tapi mata air, tidak akan pernah bisa dipindahkan.

Mata air akan selalu terisi kembali, karena di bawah dan sekitarnya sudah ada beribu-ribu cabang-cabang kecil yang mengalirkan air ke dalam mangkuknya. Mata air itu pada awalnya jernih, dan menyejukkan. Ia ada untuk memberikan dan menjadi sumber kehidupan. Tapi begitu semakin banyak manusia yang berusaha menguasainya, airnya menjadi keruh dan debitnya berkurang jauh. Seolah-olah cabang-cabang kecilnya tersumbat sesuatu.

Lalu manusia, setelah datang dan menduduki mata air itu hingga nyaris kering dan tidak ada lagi ikan yang sudi hidup di dalamnya, akan begitu saja pergi memindahkan perkampungannya untuk menginvasi mata air yang lain. Persis seperti laki-laki yang dengan paksa menggagahi seorang perempuan atau makhluk ruang angkasa yang ingin menyedot kehidupan makhluk bumi.

Dengan sedih saya nyatakan, that’s what we are, an allien

Bagi bumi ini, kita mungkin tak lebih dari makhluk penginvasi tanpa perasaan. Semua yang ditumbuhkan bumi selama ribuan tahun, hancur hanya dalam hitungan beberapa tahun oleh manusia..

There’s nothing to thank actually in this case. Tapi sepertinya, saya tidak boleh berhenti berharap bahwa di balik semua itu, sudah mulai  banyak bermunculan gerakan-gerakan kesadaran untuk menyelamatkan kelangsungan dan ketersediaan air bersih di bumi.  Dan bagi mereka-mereka yang peduli serta berjuang tanpa pamrih, mudah-mudahan Allah dengan Ilmu menurut sunna rasul-Nya selalu memberikan bimbingan, Amin…

February 20, 2012 Posted by | Dislike, Nature | , | Leave a Comment

365 Thankful Days Project – Day 228 : A Lady In The Making

Kakak Najmi …

Ummi, aku kelas 5 nanti mau pake jilbab ya. Boleh ya, bener ya…

Ummi, temen sekelasku udah ada yang mens lho … koq aku belum ya ?

Ummi, ini minisetnya udah sempit. Beliin lagi yah…

Ummi, kalau mau mandiin adek nanti panggil aku yah..

Huhuhuuuu… Ummiii… aku digangguin sama anak-anak laki-laki di kelasku…

Ummi, biar aku aja yang ngocok telornya yah..

Kakak Najmi.. gak berasa ih, sekarang sudah besar, sudah pinter. Sudah keliatan womanhood nya. Alhamdulillah kakak Najmi selama ini masih selalu terbuka sama Ummi. Tetap begitu ya sayang, you know Ummi knows the best  :)

February 19, 2012 Posted by | children, Growing Up | , | Leave a Comment

365 Thakful Days Project – Day 227 : What’s Your E-Colors

Beberapa hari yang lalu, suami meminta saya mengikuti test di : http://www.equilibria.com/ecolors.html untuk mengetahui kecenderungan kepribadian saya.  Dia sudah mengikuti test itu sebelumnya.

E-colors membagi manusia ke dalam 4 kategori kepribadian. Karena setiap manusia memiliki cara komunikasi dan sifat yang berbeda , maka wajar jika kita tidak berpikir dan bertindak dengan cara yang sama. Cara kita berpikir dan bertindak seringkali dipengaruhi oleh tipe kepribadian kita.

Dan sebenarnya, kita memiliki ke empat kategori kepribadian tersebut dalam diri kita. Hanya saja masing-masing orang memiliki kombinasi E-colors yang dominan. Dan sebenarnya tidak ada satu jenis kombinasi yang dianggap lebih baik dari pada yang lainnya. Disebutkan bahwa kebanyakan orang memiliki E-color primer yang dominan dan sekunder yang tidak begitu dominan. Kombinasi E-colors inilah yang mempengaruhi cara berkomunikasi dan sikap seseorang.

Human Brain
Left Hemisphere
Does and Thinks
Right Hemisphere
Socializes and Relates
Sequential Analysis, Logic, Language,
Mathematics, Rationale, Logic Based.
Visual, Spatial Skills, Emotional, Holistic Functioning “seeing the bigger picture”.
Looks at Parts, Objective,
Independent, Non – Emotional.
Auditory and Visual Memory, Random, Intuitive, Subjective, Interdependent

Dan hasilnya untuk saya berdua dengan suami adalah : Suami saya dominan hijau dan predominan merah. Sedangkan saya dominan biru dan predominan kuning. Meskipun warna-warna lain tetap ada dalam kepribadian kami masing-masing, hanya saja tidak dominan dan menentukan karakter.

Hmmm…. thinking about this shocking but predicted result.. I’m so different with my hubby. In so many ways.. Tidak heran jika kami seringkali seperti dua orang yang berselisih jalan, meskipun punya tujuan akhir yang sama. Dan kadang-kadang perselisihan itu menimbulkan perasaan-perasaan yang membuat kami sama-sama terluka dan merasa tidak dimengerti. What a silly thing

Kalau diperhatikan, suami saya dominan otak kirinya. Sedangkan saya dominan otak kanannya. Kalau mau langsung dilihat ketidakcocokannya, gampang sekali ! Tapi kalau melihat, bahwa semua manusia memang memiliki dua belahan otak, dan membutuhkan kedua belahan tersebut untuk hidup, maka saya justru seharusnya amat sangat berbahagia dengan kondisi kami. Saya dan suami diciptakan seperti dua belahan otak yang berbeda. Yang jika bekerja sama dan harmonis, justru akan mengantarkan kami ke tujuan akhir kami yang sebenarnya. Seperti kaki dan tangan yang bergerak secara bergantian untuk melaksanakan tugas masing-masing, begitulah saya dan suami seharusnya. Apa jadinya coba jika otak kanan dan otak kiri ribut terus ? Bisa-bisa kaki tangan dan semua anggota tubuh tidak bergerak kemana-mana !

Abu honey …. be my left brain forever yah.. cause I’ll be crippled without you …

February 18, 2012 Posted by | Learning, Life, love | , , | 2 Comments

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.