Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thankful Days Project – Day 222 : Life In A Flow

Ada kalimat yang bagus sekali, saya kutip dari buku Sam Kok jilid I. Bahwa hidup itu adalah ibarat aliran sungai besar.

Jika alirannya terpisah, maka suatu saat akan bersatu kembali. Tapi jika aliran itu menyatu, maka suatu saat pasti akan terpisah.

Membaca kalimat itu, saya jadi memikirkan anak-anak. Sampai berapa lama lagi mereka bisa selalu ada di dekat kita. Saya jadi ingat waktu pertama kali melepaskan Najmi untuk bersekolah tanpa ditemani di play groupnya, saya malah menangis. Padahal anaknya saja kelihatan senang-senang saja. Ibunya nih malah yang sulit buat melepaskan anaknya untuk memperjuangkan keberaniannya sendiri.

Terbayang bahwa suatu saat nanti, akan tinggal saya saja berdua dengan suami di rumah. Menghitung waktu-waktu dalam setahun kapan kami dapat berkumpul dengan anak-cucu. Itu pun kalau memang waktu saya dan suami untuk tetap berada dalam satu aliran di kehidupan ini masih panjang..

Sedih ya membayangkannya. tapi ya memang begitulah adanya. Sedekat apa pun kita dengan seseorang atau sesuatu, pada waktunya nanti, kita pasti harus melepaskan. Mau tidak mau, siap tidak siap.

Tapi kalau dipikir-pikir, justru dengan begitu, hidup selalu terbarukan. Karena selalu ada energi baru yang masuk. Ibarat kalau kita tidak mau berpisah dengan sesuatu, seumpama kita hidup di kolam yang airnya tidak mengalir. Akibatnya tidak ada pertukaran energi, tidak ada udara segar yang masuk, segala sesuatu makin lama makin membusuk, keruh dan bau.

Mengalir, mengalir, mengalir…bertemu, berpisah, bertemu , berpisah.. Refresh, regenerate, rebuild.

November 30, 2011 Posted by | Life | | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.