Juliequr's Blog

One Step Ahead to Happiness

365 Thankful Days Project – Day 5 : Frame It On

Hari ini saya membawa sehelai lukisan kain batik dengan gambar peta Indonesia ke toko pigura untuk dibingkai. Rencananya, kain batik yang cantik dan saya sukai ini akan jadi pajangan utama di dinding ruang tamu saya yang yang baru.

Begitu datang ke toko pigura, sudah disodori dengan berbagai macam model bingkai. Macam-macam modelnya, mulai dari yang polos sampai dengan yang berukiran rumit. Mula-mula saya pikir, ini toh cuma bingkai, paling berapa sih habisnya ? Jadi cukup semangat juga memilih yang saya rasa paling pas dengan lukisan kain batik kesayangan saya itu.

Akhirnya dapat, saya sodorkan ke tukangnya, menjelaskan detil-detil yang ingin saya peroleh begitu bingkai  terpasang. Lalu, the most important question : “Berapa harganya ?” Si tukang bingkai sibuk menghitung di kalkulatornya, lalu menunjukkannya pada saya. My reaction ? “Buseeet, bingkai doang segitu ? Koq harganya lima kali lipat lukisannya?”

Katanya memang segitu, tergantung jenis kayu yang saya pilih. Akhirnya dengan berat hati saya “menurunkan standar”, kembali memilih-milih bingkai lain, yang kira-kira masih akan membuat lukisan saya terlihat lebih menarik, tanpa harus membayar super mahal. Bukan apa-apa, lukisannya jauh lebih saya hargai daripada bingkainya. Tapi kenapa justru bingkai yang punya nilai berkali lipat ? Jadi selama ini, kalau kita membeli lukisan-lukisan mahal, jangan-jangan separuhnya buat membayar bingkai. Sedangkan lukisan yang dibuat dengan sepenuh hati oleh pelukisnya, justru bernilai sama atau jangan-jangan di bawah bingkai. Tapi memang, bingkai yang indah akan membuat sebuah lukisan, sesederhana apapun, menjadi ikut terlihat indah.

Jadi kepikiran .. jangan-jangan manusia begitu juga barangkali ya. Perlu “bingkai” supaya terlihat lebih indah. Bahkan sampai bela-belain mencari bingkai super indah untuk menutupi kekurangan diri. Padahal seharusnya, dirinyalah yang berharga, dirinyalah yang memancarkan aura. Seperti para Nabi dan Rasul, mereka adalah manusia-manusia tanpa bingkai, mereka indah tanpa perlu terkurung.

Lalu saya sendiri ? Bingkai apa yang saya pakai selama ini untuk menutupi kekurangan saya ya ? Yang jelas pasti ada. Tapi saya cukup bersyukur karena hari ini bisa menyadari hal itu. Mudah-mudahan, bingkai yang saya pakai, tidak lebih mahal dan berharga daripada diri saya sendiri. Amin ..

June 3, 2010 - Posted by | Thoughts | , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.