To Like or To Love
Tadi malam, tiba-tiba kakak sepupuku, yang sedang datang untuk berwisata belanja di Batam, be
rtanya : “Apa bedanya antara menyukai dan mencintai ?” And I started to answer like, “oh…hmmm,eh…” Wah, ternyata menjabarkan perbedaan antara suka dan cinta sulit juga.
But she came up with her own answer. A good one. Harus pakai contoh, katanya. Ibaratnya kalau kita punya benda kesayangan, katakanlah sebentuk bola kristal yang sangat indah. Bola itu akan memantulkan ketujuh spektrum warna jika terkena cahaya, dan tak adalah kata bosan jika kita memandanginya. Kemana pun rasanya kita pergi, bola kristal itu ingin kita bawa serta. Dan kalaupun kita harus mandi,bola itu akan kita simpan di suatu tempat yang aman,sehingga jauh dari jangkauan tangan-tangan usil yang juga ingin menikmati keindahannya.
Tapi suatu hari,bola kristal nan elok itu terjatuh. Akibatnya, ia tidak utuh sempurna lagi, ada bagian dirinya yang kini menjadi sompel. Pada saat bola itu terjatuh, hati kita sedih. Lalu ia kita pandangi, dan ternyata pantulan spektrum warnanya tak seindah dulu lagi. Akhirnya bola kristal yang tak sempurna lagi itu kita taruh di lemari. Tidak lagi dibawa kemana-mana, tidak lagi dijaga dari tangan-tangan yang penasaran, bahkan mulai dilupakan.
Perasaan yang pernah kita miliki pada bola kristal itu, adalah rasa suka.” Saya suka bola kristal ini, karena itu saya ingin memilikinya, dan ia saya bawa ke mana-mana. Keindahannya membuat saya senang”. Tapi begitu si bola kristal jatuh, keindahannya berkurang. Akhirnya, “Saya sudah tidak suka lagi pada bola kristal itu. Ia tidak lagi membuat hati saya senang”.
Lalu apa itu cinta ? Cinta itu adalah pada saat kita menerima sesuatu tanpa syarat dan apa adanya. Meskipun ia cacat dan tidak sekemilau kali pertama kita melihatnya,meskipun ia tidak sempurna,meskipun ia menua. Cinta itu bisa tumbuh dimana saja dan kapan saja. Dan hanya waktu yang bisa membuktikan apakah ia akan menyusut di makan zaman atau justru semakin berkembang. Dia yang kita cintai tidak perlu kita bawa ke mana-mana, karena cinta adalah memberi. Cukuplah satu senyuman ia berikan, maka hatimu pun merasa penuh. Bisa merasakannya dalam pelukanmu adalah hal yang luar biasa, tapi masih bisa menyebut namanya dalam setiap doamu pun adalah hal yang membahagiakan. Dan kau akan bersyukur kepada Tuhan, bahwa dalam hidupmu, kau diberi kesempatan untuk benar-benar mencintai seseorang, meskipun ia tidak ada di sisimu.