What’s for This Year ?
I’ve been neglecting this blog for a while.. suddenly in the middle of the night, sitting alone, I miss to write something down…nothing special exactly, just a random though here and there of my mind.
Tahun baru sudah berlalu. Another period .. not really having any plan for this year. Tentunya ingin memiliki kehidupan yang lebih baik (who doesn’t ?), hanya saja rasanya tidak sedang dalam semangat ingin mengejar sesuatu secara membabi-buta. People says that I’ve already have a very nice life.. punya suami dengan karir yang baik, anak-anak yang sehat dan pintar, punya pekerjaan yang baik, orang tua yang masih sehat, punya rumah, punya mobil, punya motor, punya tanah, punya saudara-saudara yang baik, punya teman-teman yang baik, punya tubuh yang sehat dan wajah yang cukup manis hahaha (maaf ya, hanya mendata hal-hal yang harus disyukuri), punya latar belakang pendidikan yang baik, punya tabungan, punya lingkungan tempat tinggal yang baik,……………… Wah, ternyata the list will keep going on.
Intinya di tahun ini nomor satu, ingin lebih pandai bersyukur. Ternyata I’ve been blessed with a lot of things koq. But my friend said, manusia itu tidak pernah merasa cukup dan puas, makanya sulit sekali untuk melihat dan mensyukuri hal-hal yang ada. Dan dia benar. Temenku itu, dia selalu bisa melihat hal-hal yang baik yang ada dalam setiap hal, meskipun itu sebuah musibah, dan berusaha untuk selalu mensyukuri setiap kebaikan yang ada di dalamnya. Benar-benar mengagumkan. Insya Allah orang seperti dia, rezekinya gak akan seret, amin.
Yang ke dua, belajar sabar, lebih banyak lagi. Meskipun ada yang bilang itu bodoh. Gak tau ya.. tapi sebenarnya bersabar itu luar biasa susahnya. Harus bisa memindahkan si Aku yang ada di dalam diri ini ke tempat lain jauh-jauh kalau perlu dikarantina, supaya dia tidak mendominasi. Kenapa koq dia begitu sama Aku ? Kenapa koq dia tega sama Aku ? Aku salah apa ? Kenapa Aku koq menderita begini ? Aku kan sudah berusaha, koq masih disalahkan juga ? Aku kan benar. Aku mau dia lebih mengerti Aku. Kenapa dia gak sayang sama Aku ? Kenapa dia lelet sekali, Aku kan jadi terlambat. Kenapa harus Aku terus yang mengingatkan dia ? Halah…. si Aku ini berisik sekali. Coba kalau dia bisa diam ya, mungkin hidup ini akan terasa lebih damai.
Yang ke tiga, belajar ikhlas. Sudah tak sabar, tak ikhlas pula. Dasar… Tapi ini tahapan yang memang lebih susah daripada sabar lho. Kita kan bisa aja berusaha sabar, tapi ternyata dalam hati ngedumel-dumel (I did). Bisa juga kita merasa jadi orang yang paling banyak bersyukur, tapi ternyata sedikit kemalangan membuat hati kita serasa dibebani beban yang berat. Pernah gak sih, pergi tidur di malam hari dengan hati yang tenang, damai dan bahagia ? Hati yang benar-benar tidak terbebani dengan segala permasalahan dunia ? Koq aku gak pernah ya.. makanya jadi sesak nafas begini kali.
Well…jadi untuk tahun baru ini, hanya sekedar mengejar kemapanan di dunia yang lebih baik sih tidak terlalu sulit. Tapi berusaha menjadi orang yang lebih bahagia dengan syukur, sabar dan ikhlas, itu yang sulit. Mudah-mudahan bisa ya…Like they say, jangan minta Tuhan memberimu cobaan yang sesuai dengan kemampuanmu, tapi minta Tuhan memberimu kemampuan untuk menghadapi cobaan.
It’s late..need to go to bed now. Selamat malam..
Jim Brickman, To Hear You Say You Love Me
From my search, not many people knows this song. Even the video in You Tube has just been viewed by less than 200 viewer. Well, I also can’t say it’s a video, just Jim Brickman standing still from the beginning untill the end of the song. Too bad, cause this is a very nice song.
I have loved or so I though before
But this is so much more
I couldn’t last a day without you
In my life you’re the reason that I breathe
You’re everything I need
The miles in between won’t change that
I will reach out to the ocean
With my arms wide open
And send to you my heart my soul my true devotion
No, there’s nothing I won’t give
Do you know that I live
For the chance to hear you say you love me
In my dreams, you’re right here by my side
Each time I close my eyes
I still can see that sweet September
In the rain,laughing in the rain
I’ll never be the same
Untill the moment we’re together
I will reach out to the ocean
With my arms wide open
And send to you my heart my soul my true devotion
No, there’s nothing I won’t give
Do you know that I live
For the chance to hear you say you love me
Untill the moment we’re together
Miles, Years, Questions .. wish none of them will change anything.
Daddy’s Girl
A little girl needs Daddy
For many, many things:
Like holding her high off the ground
Where the sunlight sings!
Like being the deep music
That tells her all is right
When she awakens frantic with
The terrors of the night.
Like being the great mountain
That rises in her heart
And shows her how she might get home
When all else falls apart.
Like giving her the love
That is her sea and air,
So diving deep or soaring high
She’ll always find him there.
Mengapa Manusia Masih Meminta Syurga ?
This question just strike me when I was praying. Kenapa, manusia masih meminta syurga pada Tuhannya atas segala perbuatan baik yang dilakukannya ? Bukankah Tuhannya sudah begitu baik selama ini, memberinya udara untuk bernafas, cuaca yang baik untuk menumbuhkan benih, anak-anak yang lucu, kesehatan, kecukupan, persahabatan, persaudaraan, keluarga, anggota tubuh yang lengkap. Kalau orang berbuat baik pada kita, maka kita pasti akan berterima kasih dan sebisa mungkin membalas kebaikannya. Tuhan sudah begitu baik pada kita, wajarlah jika kita berterimakasih dan berusaha membalasnya dengan kebaikan pula. Tapi koq, masih minta diberi imbalan syurga pula ? Aneh .. Manusia memang aneh.
Pertanyaan ini muncul, sewaktu saya meminta, memohon, diajarkan apa itu sabar, ikhlas dan syukur. Tiga hal yang sampai sekarang rasanya masih belum mengerti bagaimana cara menjalaninya. Sambil bertanya juga, apakah urutannya sudah benar, bersabar terhadap segala cobaan maupun kesenangan, ikhlas menerima dan menjalaninya, lalu bersyukur dengan segala apa yang sudah kita terima termasuk pelajaran-pelajaran pahit di sepanjang jalan. Atau dilakukan tanpa urutan ? Kita toh bisa bersyukur setiap hari tanpa harus diuji dulu dengan berbagai masalah kan ?
I was just sitting there and started to cry. I don’t want Your heaven in my after life. Kalaulah saya ini bisa berbuat sedikit saja kebaikan dalam hidup ini, itu memang kewajiban saya, tugas saya sebagai manusia yang tahu berterima kasih. Dan untuk itu, saya butuh tahu apa itu sabar, ikhlas dan syukur.
Muhammad sewaktu akan meninggal hanya berkata, ummatii..ummatii..ummatii.. Dia mana perduli sudah dijanjikan tempat yang demikian baik oleh Allah. Yang dia perduli, ummatnya. Syurga baginya adalah jika melihat ummatnya juga selamat. Seharusnya kita juga seperti itu kan ? Syurga itu, jannah itu, kebahagiaan itu, harusnya ada di hati. Saat kita bisa membantu dan mendorong orang lain mencapai kebaikan, bisa mengantarkan anak menjadi manusia yang memenuhi harapan Allah, bisa sedikit memberi perubahan dalam ketidakteraturan, bisa jadi tiang, bisa jadi penopang. Kalau saya bisa seperti itu, bisa mencapai kebahagiaan seperti itu, rasanya mati tanpa syurga pun tak apa, karena kesempurnaan hidup sudah tercapai. Mau apa lagi ?
Kalaulah toh akhirnya Allah memberi imbalan (luar biasa baiknya Allah, sudah memberi karunia, masih memberi bonus syurga bagi yang tahu berterimakasih), itu seharusnya bukan menjadi tujuan. Karena kalau itu menjadi tujuan, jangan-jangan kita terjebak dengan hitungan untung-rugi. Masih muda suka-suka, sudah tua ibadah banyak-banyak. Sibuk menghitung apakah pahala dan dosanya sudah (minimal) sebanding.
Tapi memang susah sekali rasanya. Terutama bisa memahami hal yang tiga ini : sabar, ikhlas dan syukur. Jebakannya ada dalam sifat ego manusia. Kadang kita merasa diri yang paling benar, sehingga bersabar dan ikhlas itu terlihat seolah-olah sebagai suatu kebodohan yang absurd. Atau, berusaha bersabar padahal di dalam hatinya memaki-maki. Berarti belum ikhlas. Sulit banget ..
Melatih Anak Puasa Ramadhan
Alhamdulillah, bulan Ramadhan sudah selesai kita lewati. Ada rasa sedih juga, karena satu bulan ini memang Allah sediakan khusus buat ummatnya untuk membina diri dengan kesabaran. Sabar itu, teguh bertahan dalam kondisi bagaimana pun pahit dan getirnya. Jadi dengan melaksanakan shaum, di mana kondisi fisik akan berada pada titik minimal, ke-Iman-an kita akan teruji. Wong kalau kenyang aja kita suka lupa bersyukur, bagaimana kalau lapar dan haus, apa kita masih bisa berkonsentrasi untuk tetap ingat bahwa sel-sel biologis kita ini sesungguhnya bergerak karena perintah Allah.
Tahun ini, Ihsan (9 tahun) dan Najmi (7 tahun) mulai mencoba ikut shaum satu hari penuh. Kendalanya … wuihh jangan ditanya. Mulai dari narik-narik mereka untuk bangun sahur, sampai terus ngasih semangat supaya shaumnya bertahan sampai Maghrib plus shalatnya gak putus. Merengek-rengek ..pasti, sampai nangis malah. Kadang enggak tega juga, kata neneknya, sudah kenapa enggak setengah hari aja. Sebenarnya umminya juga berpikir, untuk mencoba 2 atau tiga hari pertama aja, kalau benar-benar menyedihkan kondisinya, ya bolehlah berbuka sebelum Maghrib.
Tapi ternyata mereka baik-baik saja. Memang merengek, lapaaar…hauuus…tapi begitu perhatian mereka teralih, mereka bisa lupa sampai waktunya berbuka. Jadi sebenarnya susah-susah gampang mendidik mereka shaum sehari penuh. Tapi ternyata, mereka juga bangga sama diri mereka sendiri pada akhirnya.
Saya enggak menjanjikan apa-apa sebagai hadiah, saya cuma jelaskan kenapa Allah menyuruh kita shaum atau puasa Ramadhan. Sebagai imbalan agar mereka sedikit gembira, we made a reward board. Kalau puasanya penuh, mereka boleh hias reward board nya dengan sticker. Ihsan, Najmi, hebat deh. You must be proud of your selves.
Di Atas KRI Dewa Ruci
Pertengahan September 2009 ini, KRI Dewa Ruci singgah di Batam. Beritanya tidak sengaja terbaca di headline depan sebuah koran lokal, sewaktu saya sedang belanja sayur di warung belakang rumah. Katanya, selama bersandar di dermaga Batu Ampar Batam, warga boleh naik ke atasnya buat melihat-lihat. Hmmm..boleh juga. Pilihan wisata yang cukup unik dan menarik buat anak-anak sambil menunggu waktu berbuka puasa.
And so we went there. Kapalnya tidak terlalu besar, tapi unik. Tipikal kapal layar yang mengingatkan saya dengan perahu Pinisi. Katanya, kapal ini dibangun di Jerman Barat pada tahun 1952. Wah hebat yah… masih bisa berlayar keliling dunia. Atau apa tidak terlalu dipaksakan kapal setua itu masih disebut sebagai kapal latih ? Entah mau bangga karena kapal ini punya pengalaman luar biasa, atau mau miris karena kapal-kapal kebanggan Indonesia rata-rata sudah berumur begitu tua, dan kalah canggih dari kapal-kapal angkatan laut negara tetangga. Ayo dong, pemerintah .. swasta, siapa kek. Bangkitkan lagi kejayaan Indonesia sebagai negara maritim, negara kepulauan terbesar di dunia.
By the way, sedikit informasi. Panjang kapal ini 58.30 m, lebar lambung 9.50 m, bobot mati 847 ton. Kapal ini punya tiga tiang
utama : Bima, Yudhistira dan Arjuna (nama tiang-tiangnya bagus yah), serta memiliki 16 layar. Kapal ini dihiasi dengan berbagai bendera dari negara yang pernah ia tuju. Yang lucu, ada bendera bajak lautnya ! Maksudnya, pernah menyinggahi negeri bajak laut, atau buat nakut-nakutin kapal lain ya, biar gak kalah garang dari kapal perang negara tetangga
Tapi.. sebenarnya kita memang salah, kurang memandang ke laut. Ihsan sama Najmi, kalau besar mau bergelut di bidang kelautan juga Ummi dukung lho. Di laut ikannya banyak, karang-karangnya indah, ada minyaknya, ada mutiaranya, ada rumput lautnya, ada pantainya yang indah, ada ombaknya, ada anginnya, ada pasirnya yang suka dicuri sama negara tetangga, bahkan ada timahnya. Kalau saja kita memaksimalkan potensi laut, Indonesia bisa jadi negara sehebat apa ya.. Yales Veva Jaya Mahe !
How Do We Celebrate Independence Day in Indonesia
If America celebrates its independence day with fireworks, Indonesia has other ways to celebrate it. Every year in August 17, the whole country is like drawning in the color of red and white. The color of our flag, red for bravery and white for purity. The flag will be raised up high in front of everyone’s yard, and our national anthem Indonesia Raya will be heard in all over the country.
And in every districts, the games shall begin. Very fun. You can find sport competitions (volleyball, soccer, c
hess, basket ball etc), tarik tambang (in English: tug of war, hah..just find it), makan kerupuk (eating cracker competition ), sepeda hias (decorated bicycles competition), memasukkan paku dalam botol (nail in the bottle), balap karung (sack racing),lomba bakiak (bakiak racing), balap kelereng (marble racing) and other strange and funny games that will make you laughing out loud and not caring who the winner is.
My daughter Najmi got the first prize for sepeda hias (she was really serious in decorating her bike with Mbok Yati’s help), and my son Ihsan happy enough with his third prize in memasukkan paku dalam botol. They were trying to race in bakiak, but fell after two steps
Dirgahayu my beloved country Indonesia !
True Love
Love is patient, love is giving and never expect to take back..Ya well, is there any quote saying that sometimes it can be so painful but you just have no choice than to be patient ? Give it wings and let it fly, if it’s meant to be it will fly back to you. What if it never flies back to you, does it mean that you haven’t find your true love ? Hmmm…confusing.
This video probably can closely express the meaning of True Love. I almost can’t express it in words, just can take some quotations from people who thinks know about it. Cause when I meet my true love, I’m just speechless ..
My First Published Story
Well, my story was published once : Kisah si Burung Perak. It was a great feeling to know that Bobo found my story worth to be shared to it’s young reader. They even made a very nice illustration for my story. I wish I can always easily get ideas for a nice story. This one just popped out of my head when I was making paper birds to my kids.
My Baby Girl
I have a daughter,
Although she’s not gonna like it
But to me she’ll always be my baby girl.
Funny to hear me keep saying : “Listen to whatever I said
Cause I’m your mommy and I know what’s good for you”
I used to hate it when my mom said something like that
But now I know that she was right.
She was a girl once, then she became a woman
No wonder she knows more than I do
She loves me so much and she always wanted me take the right path.
Now I look at her, my own daughter
I’ve always wanted to say,”Honey, it’s not easy to be a woman,
So much things that you have to carry on,
So much pain you must take,
But still people wishes to always see you smile”.
I’m not gonna try to erase your pain
Cause pain will shape you, make you tough
But I’ll make sure that you’ll be strong enough
To face even the strongest hurricane in your life.
Little Najmi,
Once I knew you’re a girl
I insisted that I’d named you by myself,
Spending 3 days ,trying to find a beautiful sentence in the Holy Qur-an
Then my eyes stopped in one sentence in Surah Al-A’raf 54
Wannujuuma musakhkharaatin bi amriHi
“and so the stars, they revolve with the will of Him (Allah)”
Najmi Sakhara Amrillah,
I hope you always remember that your name means something
No matter how far you’ll have travelled,
You’re still my star and Allah with His Knowledge
Will always guide you







